Dari karakteristik serangan dan pertahanan kedua tim serta situasi pertandingan, ini adalah laga yang sangat berpeluang menghasilkan gol banyak.
Austria mencetak 27 gol dalam 10 pertandingan resmi terakhir, rata-rata 2,7 gol per laga, dan daya gedor mereka berada di jajaran teratas di antara tim-tim papan atas Eropa. Saat menghadapi San Marino, mereka menang 10-0; saat melawan Ghana, mereka mencetak 5 gol. Lini serang Austria punya kemampuan untuk meledak dalam satu pertandingan. Meski ritme gol di laga uji coba belakangan sedikit melambat, konsentrasi dan intensitas di pertandingan resmi Piala Dunia tentu berbeda sepenuhnya. Lini belakang Yordania justru kesulitan saat menghadapi tim-tim Eropa—dalam 10 laga terakhir mereka kebobolan 14 gol, termasuk 4 gol dari Swiss dan 2 gol dari Kolombia. Sangat sulit bagi mereka menjaga gawang tetap aman saat menghadapi daya serang level Eropa.
Pergerakan handicap over/under terlihat sangat jelas. Pasar pada awalnya memadukan 2,5/3 gol dan 3 gol, lalu pada penutupan mayoritas turun kembali ke 2,5/3 gol. Odds over naik dari kisaran 0,79-1,02 menjadi 0,93-1,03, sementara odds under turun ke 0,80-0,93. Perusahaan seperti Australian Lottery dan Crown juga menurunkan garis dari 3 gol ke 2,5/3 gol, tetapi odds over tidak melonjak signifikan, yang menunjukkan bahwa perlindungan terhadap over tetap ada.
Meski Yordania berada di bawah dalam hal kekuatan, mereka bukan tanpa kemampuan mencetak gol—dalam 10 laga terakhir mereka mencetak 17 gol, dan saat menghadapi Nigeria, Kosta Rika, serta lawan-lawan lain, mereka tetap mampu mencetak gol. Di laga pembuka Piala Dunia, Yordania juga tidak mungkin bertahan total; keinginan untuk mencuri satu gol akan mendorong mereka ikut menyerang.
Dengan mempertimbangkan daya serang Austria, kelemahan pertahanan Yordania saat menghadapi tim Eropa, serta sinyal dari pasar handicap, peluang total gol setidaknya 3 gol cukup layak untuk diunggulkan.