Laga pembuka fase grup Piala Dunia ini memperlihatkan perubahan pada handicap yang cukup menarik untuk dicermati, namun jika melihat fundamentalnya, arah kemenangan Uruguay tetap layak diunggulkan.
Pertama, lihat dulu pergerakan handicap. Pada fase awal, banyak institusi membuka Uruguay dengan handicap satu bola hingga satu bola setengah, dengan water level tim tamu berada di kisaran 0,85 hingga 1,02, sementara water level tim tuan rumah berada di antara 0,78 hingga 0,92. Menjelang kickoff, handicap mengalami penurunan kolektif, dan sebagian besar institusi turun dari satu bola/setengah menjadi satu bola. Secara interpretasi umum, penurunan handicap biasanya berarti keyakinan terhadap kemenangan besar tim tamu mulai melemah. Namun jika dicermati pergerakan water level, ada petunjuk yang jelas. Setelah handicap turun, water level tim tamu tidak justru melonjak, melainkan ditekan dari kisaran 0,85 hingga 1,02 pada fase awal menjadi level rendah 0,80 hingga 0,84. Ada pula satu institusi yang justru menurunkan handicap dari satu bola ke satu bola/setengah, sementara water level tim tuan rumah turun tajam dari 0,92 ke 0,72, dan water level tim tamu naik dari 0,92 ke 1,12. Penurunan handicap disertai penurunan water tim tamu, atau kenaikan handicap disertai kenaikan water tim tamu, manuver yang tampak kontradiktif ini pada dasarnya menunjukkan bahwa institusi tidak benar-benar meremehkan Uruguay, melainkan sedang menyesuaikan ambang handicap untuk menyeimbangkan distribusi taruhan; tujuan sebenarnya adalah menurunkan panas pada opsi kemenangan tim tamu.
Secara fundamental, keunggulan Uruguay cukup nyata. Arab Saudi hanya meraih 3 kemenangan, 2 imbang, dan 5 kekalahan dalam 10 laga terakhir, dengan tingkat kemenangan 30 persen. Saat menghadapi lawan yang sedikit lebih kuat seperti Serbia dan Mesir, mereka selalu berakhir dengan kekalahan. Meski punya kemampuan beradaptasi yang cukup baik di tempat netral, secara keseluruhan kekuatan mereka masih jelas berada di bawah tim kuat asal Amerika Selatan. Uruguay dalam 10 laga terakhir mencatat 4 kemenangan, 4 imbang, dan 2 kekalahan, dengan tingkat tak terkalahkan mencapai 80 persen. Menghadapi tim-tim kuat seperti Inggris dan Meksiko, mereka mampu menahan imbang lawan, menunjukkan daya juang dan organisasi pertahanan yang sangat baik. Di kualifikasi zona Amerika Selatan, Uruguay mampu menahan Brasil dan Cile saat laga tandang, sehingga ketahanan mereka di bawah tekanan dalam pertandingan away cukup terjamin.
Dari sisi skuad, situasi juga menguntungkan Uruguay. Meski gelandang serang De Arrascaeta absen karena cedera otot, serta bek tengah Giménez dan Araujo sama-sama mengalami cedera, sehingga poros utama lini belakang mereka berkurang, kedalaman skuad Uruguay tetap cukup untuk menghadapi serangan Arab Saudi. Arab Saudi dalam kondisi pemain lengkap, tetapi kualitas individu pemain dan level taktik secara keseluruhan masih memiliki jarak yang objektif dibanding Uruguay.
Dalam rekor pertemuan, kedua tim pernah bertemu di Piala Dunia 2018, dan Uruguay menang tipis 1-0. Pada laga persahabatan 2014, keduanya bermain imbang 1-1. Secara keseluruhan Uruguay memang berada di atas angin, tetapi dua pertemuan tersebut sama-sama menghasilkan skor kecil, yang menunjukkan duel di lapangan cenderung berlangsung ketat.
Jika digabungkan antara penurunan handicap yang tetap disertai tekanan water rendah pada tim tamu serta keunggulan kualitas pada sisi fundamental, arah kemenangan Uruguay layak diikuti. Prediksi skor: Uruguay menang 1-0 atau 2-0 atas Arab Saudi.