Banyak institusi pada pembukaan awal memasang garis 2,5/3 gol, dengan water level untuk opsi over terkonsentrasi di kisaran rendah 0,79 hingga 0,88. Memasuki jendela jelang laga, pergerakan pasar menunjukkan perubahan yang menarik. Sebagian institusi menaikkan garis dari 2,5 gol ke 2,5/3 gol, sementara water level over melonjak dari 0,80 ke atas 0,94. Institusi lainnya tetap bertahan di garis 2,5/3 gol, namun water level over juga dinaikkan dari level rendah pada pembukaan awal ke kisaran tinggi 0,88 hingga 1,01. Sekilas, kenaikan serempak water level over tampak tidak menguntungkan untuk banyak gol, tetapi ada detail penting: pada sebagian institusi yang tetap mempertahankan garis 2,5 gol, water level over justru ditekan ke sekitar 0,70, level yang sangat rendah. Perbedaan ini sendiri menunjukkan bahwa pasar belum memiliki kesimpulan yang seragam soal jumlah gol, dan water level 2,5 gol yang sangat rendah justru mencerminkan langkah aktif institusi untuk menurunkan batas pembayaran pada arah over.
Dari sudut pandang lain, kenaikan water level over biasanya berarti antusiasme pasar condong ke under, tetapi kondisi dasar tidak mendukung logika under. Bolivia dalam 10 laga terakhir kebobolan rata-rata hingga 1,9 gol per pertandingan, memperlihatkan kelemahan jelas di lini pertahanan. Pada laga sebelumnya di tempat netral, mereka dipermalukan Skotlandia 0-4, dengan lini belakang seperti tanpa perlindungan. Namun saat menghadapi lawan yang sedikit lebih lemah, tim ini bukan tanpa kontribusi di lini serang; dalam 5 laga terakhir, mereka mencetak gol di 3 pertandingan. Aljazair dalam 10 laga terakhir mencetak rata-rata 1,8 gol per pertandingan, dengan daya serang yang stabil. Kemenangan 1-0 di kandang Belanda pada laga sebelumnya juga menunjukkan kemampuan mereka yang sangat baik dalam memecah kebuntuan. Saat kedua tim bertemu pada 2024, laga berakhir dengan skor besar 3-2, menandakan tempo pertemuan mereka cenderung cepat.
Yang lebih penting, pada laga persahabatan ini kedua tim tidak memiliki tekanan poin, sehingga pendekatan taktis cenderung lebih terbuka. Bolivia tidak stabil di lini belakang tetapi berani menyerang, sementara Aljazair berada di atas kertas lebih kuat dan tidak akan bermain terlalu konservatif.