Dua tim yang sama-sama membutuhkan poin biasanya akan mengarah pada laga terbuka. Namun, di laga penutup Bundesliga ini, peluang kecil justru lebih layak diperhatikan.
Efektivitas gol tandang Borussia Dortmund sebenarnya tidak sekuat yang tergambar dari posisi mereka di klasemen. Dari delapan kemenangan tandang, separuhnya hanya diraih dengan selisih satu gol, dan dari lima laga tandang terakhir, empat di antaranya berakhir dengan total gol tidak lebih dari dua. Ketajaman mereka saat bermain di kandang lawan jauh di bawah saat tampil di Signal Iduna Park. Musim ini, Dortmund mencetak rata-rata 1,75 gol per laga tandang, tetapi dalam enam pertandingan terakhir, empat di antaranya menghasilkan total gol di bawah 2.
Lini serang Werder Bremen merupakan salah satu serangan kandang terlemah di seluruh Bundesliga, dengan rata-rata gol yang hanya sedikit di atas satu gol per laga. Dalam lima pertemuan kandang terakhir melawan Borussia Dortmund, Bremen empat kali gagal mencetak gol. Namun, di bawah tekanan untuk menghindari degradasi, mereka tampil dengan skor kecil dalam dua laga kandang terakhir. Musim ini, persentase laga kandang Bremen yang berakhir dengan over hanya 31%, dan dari 16 laga kandang, 10 di antaranya menghasilkan total gol tidak lebih dari 2.
Kedua tim juga kehilangan pemain-pemain penting. Bremen tidak diperkuat oleh dua bek sayap, Weiser dan Sugawara, sementara Dortmund juga mengalami masalah cedera serius di lini tengah pertahanan. Lini belakang yang pincang biasanya menimbulkan kekhawatiran soal pertahanan, tetapi di sisi lain, kelancaran sistem serangan juga bisa ikut terganggu. Sebuah perpisahan yang berhati-hati, dengan jumlah gol yang tidak akan terlalu banyak.