Laga sesama tim papan tengah ini, selisih poin kedua tim hanya dua angka, dan tidak ada yang ingin tertinggal pada tahap ini. Namun, ada beberapa hal yang terasa janggal dalam penetapan handicap oleh bandar, dan layak dibahas lebih jauh.
Handicap awal untuk tim tuan rumah adalah setengah bola. Dengan posisi klasemen yang berdekatan, bandar menempatkan tuan rumah sebagai pihak yang memberi handicap, yang menunjukkan bahwa dalam penilaian kekuatan, mereka masih sedikit lebih diunggulkan. Keuntungan bermain di kandang ditambah rekor pertemuan yang tidak terlalu merugikan, membuat posisi handicap ini pada dasarnya tidak bermasalah. Masalahnya ada pada water level-nya.
Water level tuan rumah di bandar-bandar utama Eropa berada pada kisaran terendah 0,75 dan tertinggi 1,06, dengan selisih lebih dari 30 poin. Ini bukan rentang yang normal. Biasanya, jika pandangan bandar terhadap sebuah tim cukup seragam, water level akan terkonsentrasi di kisaran 0,90 hingga 1,00. Penyebaran sebesar 30 poin menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang jelas dalam penentuan harga. Yang lebih perlu dicermati, handicap setengah bola untuk tuan rumah di bandar Asia umumnya berada di atas 1,00, sementara di sebagian bandar Eropa ada low water di bawah 0,80. Perbedaan lintas wilayah seperti ini biasanya berarti pasar belum mencapai konsensus soal kemampuan tuan rumah untuk menang.
Ada juga detail yang mudah terlewat. Salah satu bandar bahkan membuka handicap awal hanya dengan setengah bola seperempat, satu tingkat lebih tipis dari handicap setengah bola yang umum. Pembukaan yang lebih tipis ini secara psikologis mengisyaratkan bahwa bandar tersebut menilai keuntungan kandang tidak cukup untuk menopang handicap setengah bola. Memang tidak mengubah arah pasar secara keseluruhan, tetapi sebagai sinyal independen, ini mengingatkan kita bahwa tuan rumah bukanlah tim yang benar-benar solid.
Kalau dilihat dari sisi permainan psikologis, ada satu lapisan lagi. Jika bandar benar-benar yakin tuan rumah akan menang di kandang, langkah paling masuk akal adalah menjaga water level tuan rumah di sekitar 0,90, sehingga kedua sisi terlihat sama-sama menarik dan dana bisa diseimbangkan. Sekarang, water level tuan rumah naik-turun tidak menentu dan tersebar lebar, yang menunjukkan bandar tidak secara khusus mengarahkan arus dana ke salah satu sisi. Mereka sendiri juga tidak yakin. Dalam situasi seperti ini, mengikuti arah dengan water level terendah biasanya adalah pendekatan yang sudah teruji oleh sejarah — bandar-bandar yang berani membuka tuan rumah di 0,75 low water setidaknya sedang menyatakan keyakinan mereka dengan uang sungguhan.
Dari sisi fundamental juga ada dukungannya. FC Wil kehilangan lima pemain, sebagian besar di lini tengah dan belakang. Kiper Dany Silva absen, lini bek tengah kehilangan Ryan Prêtre, sementara lini tengah kehilangan Enkama dan Geraldo. Tanpa komandan di lini belakang dan tanpa pemutus alur di lini tengah, sistem pertahanan ini patut dipertanyakan saat menghadapi Neuchâtel Xamax. Absennya Neuchâtel Xamax justru terkonsentrasi di lini serang, dengan striker Demme dan gelandang Santos tidak tersedia, tetapi lini belakang mereka lengkap. Tim tamu bisa menerima hasil imbang, sedangkan tuan rumah wajib menyerang.
Dari performa, tiga laga kandang terakhir mereka kalah dua kali, 0-3 dari Yverdon dan 0-2 dari Vevey, sehingga stabilitas kandang sedang menurun. Sementara itu, Neuchâtel Xamax dalam laga tandang terakhir berhasil menang atas Rapperswil dan imbang melawan Yverdon, jadi kemampuan mereka mencuri poin justru sedang naik. Dalam sepuluh pertemuan terakhir, kedua tim sama-sama menang empat kali dan dua kali imbang, jadi tidak ada kecenderungan keunggulan psikologis yang jelas.
Jika semuanya digabung, gambaran besarnya seperti ini: bandar tidak sepakat dalam handicap setengah bola, penyebaran water level sangat lebar, ada sinyal pembukaan tipis, dan fundamental tidak mendukung kemenangan meyakinkan tuan rumah. Hasil satu poin bagi Neuchâtel Xamax di laga tandang setidaknya adalah hasil yang bisa diharapkan.