Meski kedua tim sudah lebih dulu memastikan tiket ke babak gugur, perebutan status juara grup masih menyisakan tanda tanya — Prancis hanya perlu bermain imbang untuk mengunci posisi pertama, sementara Norwegia harus menang jika ingin melakukan overtaking. Hal ini langsung menepis anggapan lama bahwa kedua tim akan bermain tanpa ambisi dan cenderung konservatif; keduanya sama-sama memiliki dorongan menyerang yang jelas. Jika dilihat dari dasar performa serangan dan pertahanan pada dua laga awal fase grup kali ini, kekuatan ofensif kedua tim sama-sama berada di jajaran teratas turnamen: Norwegia mencetak total 7 gol dan kebobolan 3 gol dari dua pertandingan, dengan rata-rata expected goals (xG) 1,8 per laga dan tingkat konversi tembakan mencapai 19,6%. Erling Haaland mencetak 4 gol dalam dua laga, menunjukkan efektivitas penyelesaian di kotak penalti yang sangat tinggi; Prancis mencetak total 6 gol dan kebobolan 1 gol dari dua pertandingan, dengan rata-rata xG mencapai 2,1, penguasaan bola yang stabil di atas 58%, serta variasi cara mencetak gol yang kaya dan konsisten melalui penetrasi permainan terbuka dan serangan dari sisi sayap. Ekspektasi gol dasar kedua tim sudah mendekati ambang 3 gol.
Dari sisi taktik dan rotasi, ekspektasi gol semakin meningkat: demi meraih kemenangan, Norwegia pasti tetap mempertahankan tekanan tinggi dan intensitas serangan dari sayap, bukan bertahan dalam; Prancis, meski melakukan rotasi moderat 3-4 pemain, para pemain cadangan di lini depan yang berjuang memperebutkan urutan tampil di babak gugur akan punya motivasi lebih besar untuk menunjukkan kemampuan menyerang, sementara rotasi di lini belakang akan menurunkan kekompakan antarpemain sehingga tingkat kesalahan defensif diperkirakan naik sekitar 27% dibandingkan saat memakai tim utama penuh. Ini justru memberi lebih banyak peluang mencetak gol bagi kedua tim, baik lewat serangan balik maupun permainan terbuka. Selain itu, persaingan perebutan Sepatu Emas antara Mbappé dan Haaland juga akan membuat dua penyerang utama ini mencurahkan lebih banyak energi di lini serang, sehingga batas atas jumlah gol berpotensi semakin tinggi.