Dari sisi pasar taruhan, banyak bandar pada pembukaan memasang garis 3 gol, dengan harga over berada di kisaran 0.87 hingga 0.99. Menjelang kick-off, garis taruhan mengalami kenaikan serempak, dengan sebagian besar bandar menaikkan dari 3 gol ke 3/3.5 gol. Setelah naik garis, harga over bukannya turun, justru melonjak dari level tengah-rendah pada pembukaan ke posisi sangat tinggi di 1.00 hingga 1.05. Kombinasi kenaikan garis dan lonjakan harga over seperti ini menunjukkan bahwa bandar sebenarnya tidak benar-benar mengunggulkan gol akan tercipta lebih banyak, melainkan menggunakan ambang yang lebih tinggi dan harga tinggi untuk menyeimbangkan taruhan. Sebagian bandar tetap bertahan di garis 3.5 gol, dengan harga over dipertahankan di level sangat tinggi 1.20, yang juga menandakan minimnya perlindungan terhadap over. Bandar lain menaikkan dari 2.5 gol ke 3/3.5 gol, dengan harga over melonjak dari 0.74 ke 1.04, kenaikannya sangat tajam.
Secara fundamental, Portugal pada laga pembuka bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo, dengan total hanya 2 gol tercipta sepanjang pertandingan. Cristiano Ronaldo tampil biasa saja, dan efisiensi serangan tim cukup mengkhawatirkan. Dalam 10 laga terakhir, persentase over mereka hanya 30 persen, menandakan lini serang tidak terlalu tajam. Uzbekistan pada laga pembuka kalah 1-3 dari Kolombia, memiliki kemampuan mencetak gol, tetapi saat menghadapi tim kuat peluang untuk membobol gawang lawan masih terbatas. Laga kedua fase grup Piala Dunia sangat menentukan kelolosan, sehingga kedua tim akan bermain lebih hati-hati. Meski garis taruhan naik, harga over tetap tinggi; arah under layak untuk diikuti.