Ini baru yang masuk akal soal under 2,25.
Selama dua puluh tahun ngulik komentar sepak bola, saya mau bilang terus terang: jangan cuma lihat dua tim punya pemain bintang lalu langsung membayangkan duel saling serang. Kalau Skotlandia ketemu Maroko, under 2,25 justru jadi acuan paling masuk akal.
Coba kita bahas dulu kualitas serangan Skotlandia. Dibilang level kedua di Eropa saja sebenarnya sudah terlalu memuji. Kalau menghadapi tim yang parkir bus, mereka biasanya cuma mengandalkan umpan silang atau tembakan jarak jauh. Lama sekali baru bisa menciptakan satu peluang yang benar-benar layak, dan gol pun sering bergantung pada keberuntungan. Lagipula, seperti apa sih mental Skotlandia saat main di turnamen besar? Terlalu konservatif. Mereka lebih dulu mengunci rapat gawang sendiri, menang satu gol sudah cukup, seri pun tidak rugi. Mereka sama sekali bukan tipe yang akan habis-habisan main terbuka dan saling serang.
Maroko lebih jelas lagi. DNA sepak bola mereka memang sudah tertulis empat kata: “bertahan dan serang balik”. Mereka akan merapatkan pertahanan seketat mungkin dulu, lalu mencuri satu gol dari Anda, selesai. Dalam satu pertandingan, kalau bisa punya dua atau tiga serangan balik yang layak saja sudah bagus. Masih berharap mereka buka permainan dan saling serang? Pikir apa sih!
Tentu saja, kalau tiba-tiba ada penalti atau blunder konyol dari kiper, siapa juga yang bisa memastikan. Tapi kalau mainnya normal, saya lihat total gol sangat mungkin tidak akan lebih dari dua. Arah under 2,25