Dengan mempertimbangkan kombinasi dari krisis skuad, kecocokan taktik, dan data performa, Panama yang mendapat handicap 0,25 gol (tamu +0,25) memiliki nilai referensi yang cukup tinggi.
Dari sisi fundamental, Ghana mengalami absennya poros tim yang sangat fatal: gelandang inti Partey gagal tampil karena masalah visa, otak serangan di lini depan Kudus, serta dua bek tengah utama Salisu dan Djiku sama-sama absen karena cedera. Pusat transisi menyerang-bertahan, titik tusuk di permainan posisi, dan inti lini belakang semuanya hilang, sehingga kekuatan tim terkikis lebih dari 30 persen. Pelatih baru Quieroz baru menjabat dua bulan, sehingga penyatuan taktik masih sangat kurang; dalam 6 laga uji coba terakhir, mereka hanya meraih 1 imbang dan 5 kalah tanpa kemenangan. Di lini serang, mereka hanya mencetak 3 gol dalam 6 laga, sementara di lini pertahanan rata-rata kebobolan lebih dari 2 gol per pertandingan, dan performa tim sedang berada di titik rendah yang jelas.
Skuad Panama pada dasarnya lengkap, hanya ada satu pemain rotasi lini tengah yang membawa sedikit cedera. Sistem 3-4-2-1 berbasis pertahanan dan serangan balik mereka sudah sangat matang, performa di Kualifikasi Piala Dunia stabil, disiplin bertahan kuat, serta efisiensi mencetak gol dari serangan balik dan bola mati juga konsisten. Secara keseluruhan, kondisi kompetitif mereka jauh lebih baik daripada lawan. Dari aspek kecocokan taktik, setelah Ghana kehilangan pengatur serangan di tengah, mereka hanya bisa mengandalkan penetrasi satu lawan satu dari sisi sayap, yang justru bisa dibatasi secara spesifik oleh sistem lima bek Panama. Sementara itu, koordinasi lini belakang Ghana yang disusun dadakan masih kurang padu, dan serangan balik cepat Panama memiliki potensi mencetak gol yang stabil.
Kesenjangan kekuatan nyata kedua tim kini bahkan tidak sampai 0,25 gol. Handicap ini memiliki margin kesalahan yang cukup: Panama cukup bermain imbang untuk menang penuh, bahkan jika Ghana menang tipis, kerugiannya hanya setengah. Semua ini hanya referensi dari sisi taktik, karena dalam sepak bola selalu ada variabel tak terduga.